Kamis, 25 Agustus 2011
Selasa, 02 September 2008
Tactical view : Aston Villa FC vs Liverpool FC, Wassup Rafa?
Sudah saya duga sebelumnya,tanpa diperkuat Steven Gerrard yang baru kemarin dioperasi, Benitez menumpuk lima pemain untuk memperkuat lini tengah. Xabi Alonso-Lucas Leiva-Mascherano di center midfielder,Dirk Kuyt di sayap kanan, dan ada kejanggalan, Robbie Keane dipasang di sayap kiri.
Ok sedikit pengantar:
-Keane ditransfer dari Spurs dengan nilai lebih dari 20 juta Euro, jumlah yang besar.
-Musim lalu di Spurs, berduet dengan Dimitar Berbatov, Keane mencetak 23 gol.

Pada permulaan babak pertama, Torres sendirian didepan, kelihatan sekali, sangat susah menembus barisan pertahanan Villa yang berlapis, sampai pada saat Torres harus keluar karena tertarik ototnya.David Ngog masuk menggantikan Torres. Setelah itu tampak sekali, Keane berpindah, dari kiri ke tengah bahkan melebar ke kanan, yang membuat Keane sangat sulit untuk dijaga. Bahkan dia langsung mengecoh bek Villa, dan mengirim umpan matang ke Ngog, sayang tembakan Ngog masih melambung. Tidak masalah jika Keane bermain di posisi lubang,namun jika terpaksa harus melebar, maka akan meninggalkan celah yang besar di sisi kiri Liverpool. Dua atau tiga kejadian dimana Xabi Alonso memainkan bola kearah kiri namun tidak ada seorangpun disana.Lucas akhirnya mengisi kekosongan itu. Keane sempat memperoleh peluang mencetak gol, memanfaatkan umpan matang Alonso. Peluang yang sangat besar untuk mencetak gol, namun sambil berlari Keane menoleh kekiri mencari kawan untuk diumpan, karena tidak ada, lalu ia putuskan untuk shoot, tapi sambil menjatuhkan badan ,Nigel Reo-Coker memblok tendangan Keane. Dalam posisi seperti tersebut, anda pasti menduga Keane akan mengontrol bola, berlari dan mencetak gol. Sebuah peluang emas, dan Keane malah mau mengoper bola ke temannya. Jelas sekali ada krisis percaya diri. Sejak menit pertama, The Irishman kelihatan tidak mau berada di posisi sayap kiri, ia terlihat lebih free di posisi penyerang lubang. Di posisi tsb, meskipun tidak mencetak gol, namun tercatat tiga- empat kali menciptakan peluang, daripada di posisi sayap kiri, dia tidak bisa berkutik.
Posisi sayap kiri memang menjadi dilema bagi Benitez. Liverpool menghabiskan waktu sepanjang musim panas hanya untuk mengejar Gareth Barry, dan akhirnya gagal, kalau untuk mengisi posisi tsb, Benitez seharusnya realistis dan nggak perlu pusing-pusing, taruh Xabi Alonso disitu.
Mungkin dengan mengontrak Albert Riera(Espanyol), bisa menjawab semuanya, tapi kenyataanya Ryan Babel dan Pennant-pun sudah dicoba di posisi tsb, entah kenapa tidak dilanjutkan.Hasil seri melawan Aston Villa mungkin sudah cukup membuat Benitez gembira. Saya sebelumnya berpikir, Benitez akan memanfaatkan kesempatan untuk memuncaki klasemen.
Ada tiga blunder Benitez
1.Tidak habis pikir , untuk apa menggaji lebih dari 20 juta Euro kepada seorang pemain untuk mencetak gol, karena dia memang sangat berbahaya, tapi malah menaruhnya di sayap kiri.
2. Memasukkan David Ngog. Bukankah masih ada Ryan Babel di bangku cadangan?
3. Memasukkan Bennayoun menggantikan Keane.Tuan Benitez yang terhormat, menurut saya, anda sama saja mengganti kuda perang dengan seekor keledai.
Ok sedikit pengantar:
-Keane ditransfer dari Spurs dengan nilai lebih dari 20 juta Euro, jumlah yang besar.
-Musim lalu di Spurs, berduet dengan Dimitar Berbatov, Keane mencetak 23 gol.

Pada permulaan babak pertama, Torres sendirian didepan, kelihatan sekali, sangat susah menembus barisan pertahanan Villa yang berlapis, sampai pada saat Torres harus keluar karena tertarik ototnya.David Ngog masuk menggantikan Torres. Setelah itu tampak sekali, Keane berpindah, dari kiri ke tengah bahkan melebar ke kanan, yang membuat Keane sangat sulit untuk dijaga. Bahkan dia langsung mengecoh bek Villa, dan mengirim umpan matang ke Ngog, sayang tembakan Ngog masih melambung. Tidak masalah jika Keane bermain di posisi lubang,namun jika terpaksa harus melebar, maka akan meninggalkan celah yang besar di sisi kiri Liverpool. Dua atau tiga kejadian dimana Xabi Alonso memainkan bola kearah kiri namun tidak ada seorangpun disana.Lucas akhirnya mengisi kekosongan itu. Keane sempat memperoleh peluang mencetak gol, memanfaatkan umpan matang Alonso. Peluang yang sangat besar untuk mencetak gol, namun sambil berlari Keane menoleh kekiri mencari kawan untuk diumpan, karena tidak ada, lalu ia putuskan untuk shoot, tapi sambil menjatuhkan badan ,Nigel Reo-Coker memblok tendangan Keane. Dalam posisi seperti tersebut, anda pasti menduga Keane akan mengontrol bola, berlari dan mencetak gol. Sebuah peluang emas, dan Keane malah mau mengoper bola ke temannya. Jelas sekali ada krisis percaya diri. Sejak menit pertama, The Irishman kelihatan tidak mau berada di posisi sayap kiri, ia terlihat lebih free di posisi penyerang lubang. Di posisi tsb, meskipun tidak mencetak gol, namun tercatat tiga- empat kali menciptakan peluang, daripada di posisi sayap kiri, dia tidak bisa berkutik.
Posisi sayap kiri memang menjadi dilema bagi Benitez. Liverpool menghabiskan waktu sepanjang musim panas hanya untuk mengejar Gareth Barry, dan akhirnya gagal, kalau untuk mengisi posisi tsb, Benitez seharusnya realistis dan nggak perlu pusing-pusing, taruh Xabi Alonso disitu.
Mungkin dengan mengontrak Albert Riera(Espanyol), bisa menjawab semuanya, tapi kenyataanya Ryan Babel dan Pennant-pun sudah dicoba di posisi tsb, entah kenapa tidak dilanjutkan.Hasil seri melawan Aston Villa mungkin sudah cukup membuat Benitez gembira. Saya sebelumnya berpikir, Benitez akan memanfaatkan kesempatan untuk memuncaki klasemen.
Ada tiga blunder Benitez
1.Tidak habis pikir , untuk apa menggaji lebih dari 20 juta Euro kepada seorang pemain untuk mencetak gol, karena dia memang sangat berbahaya, tapi malah menaruhnya di sayap kiri.
2. Memasukkan David Ngog. Bukankah masih ada Ryan Babel di bangku cadangan?
3. Memasukkan Bennayoun menggantikan Keane.Tuan Benitez yang terhormat, menurut saya, anda sama saja mengganti kuda perang dengan seekor keledai.
Pavlyuchenko dan Corluca mendarat di Spurs
Roman Pavlyuchenko
Tottenham Hotspur FC secara resmi telah mengontrak striker timnas Russia, yang juga top skor Liga Russia 2006-2007 , Roman Pavlyuchenko dari FC Spartak Moskow selama lima tahun senilai 17 juta Euro. Pavlyuchenko, 26 tahun, bergabung dengan Spartak dari klub sebelumnya SC Rotor Volgograd tahun 2003 dan telah mencetak 69 gol dari 141 penampilan. Ia juga telah menyumbang sembilan gol untuk timnas Russia dari 23 caps.
Vedran Corluka
Sementara itu Vedran Corluka, dikontrak Spurs dari Man. City senilai 10.5 juta Euro. Corluka yang berposisi sebagai bek, akan bermain kembali dengan rekannya di timnas Kroasia, Luka Modric, sebelumnya keduanya pernah bermain bersama di NK Dinamo Zagreb. Dari 38 penampilannya bersama Dinamo, ia mencetak satu gol.Dan pada awal musim lalu Man. City merekrutnya.
Tottenham Hotspur FC secara resmi telah mengontrak striker timnas Russia, yang juga top skor Liga Russia 2006-2007 , Roman Pavlyuchenko dari FC Spartak Moskow selama lima tahun senilai 17 juta Euro. Pavlyuchenko, 26 tahun, bergabung dengan Spartak dari klub sebelumnya SC Rotor Volgograd tahun 2003 dan telah mencetak 69 gol dari 141 penampilan. Ia juga telah menyumbang sembilan gol untuk timnas Russia dari 23 caps.Vedran Corluka
Sementara itu Vedran Corluka, dikontrak Spurs dari Man. City senilai 10.5 juta Euro. Corluka yang berposisi sebagai bek, akan bermain kembali dengan rekannya di timnas Kroasia, Luka Modric, sebelumnya keduanya pernah bermain bersama di NK Dinamo Zagreb. Dari 38 penampilannya bersama Dinamo, ia mencetak satu gol.Dan pada awal musim lalu Man. City merekrutnya.
Tottenham Hotspurs bikin Chelsea frustasi

Gol yang dicetak Darren Bent membuat kedudukan imbang, 1-1.Setelah itu praktis permainan kedua tim bisa dikatakan hanya terjadi di lini tengah. Spurs dan Chelsea silih berganti melancarkan serangan, namun selalu membentur barisan pertahanan.
Beda nasib
Tottenham bertandang ke Stamford Bridge, mencoba meraih poin pertamanya musim ini, setelah di dua pertandingan sebelumnya, tragis beneer..dua kali kalah, poin nol.
Sedangkan Chelsea justru belum kehilangan satu poinpun, di dua pertandingan sebelumnya pasukan Scolari meraih dua kemenangan, poin 6.
Kedua tim memulai pertandingan, sama-sama pakai formasi 4-5-1. Namun yang pasti kelima gelandang Chelsea yang diturunkan,Deco-Lampard-Essien-Joe Cole-Belleti lebih agresif dibandingkan gelandang Spurs, Modric-Jenas-Bentley-Giovanni dos Santos -Zokora. Kesimpulannya 4-5-1-nya Chelsea lebih menyerang.
Pada babak pertama Kiper Spurs, Gomes dibuat jungkir balik saat menghalau tembakan chip-nya Lampard, Spurs ganti menyerang, dos Santos beraksi disisi kanan pertahanan Chelsea, melewati Bosingwa, kasih umpan matang ke Darren Bent,bola ditembak,tapi berhasil dihalau Peter Cech.
Lagi-lagi kesialan Chelsea berlanjut, tendangan jarak jauh Essien hanya membentur mistar gawang Gomes. Menit ke-28, Chelsea mendapatkan corner kick, Deco sebagai kicker, angkat bola ke tiang dekat,dan Juliano Belleti, mantan rekan Deco di Barcelona, dengan sentuhan ringan menceploskan bola ke tiang dekat, gol!! 1-0 untuk Chelsea.
Anak buah Scolari kelihatan cukup comfort dengan keunggulan 1-0, namun tiba-tiba Spurs melancarkan serangan, Modric giring bola, Lampard tackle, bola memantul pas banget ke arah Darren Bent, drible dikit, lalu bola ditendang datar saja ke gawang Cech dan gol!! skor jadi 1-1.
Babak kedua berjalan seimbang,skor tidak berubah, dan Juande Ramos cukup puas dengan poin pertamanya diawal musim ini. Namun Chelsea tetap memimpin klasemen dengan poin tujuh, sama dengan Liverpool yang juga meraih poin satu melawan Villa, namun unggul selisih gol.
Jumat, 29 Agustus 2008
Jadwal dan Hasil Serie A 2008/2009
| Agustus 2008 | |||
| 30/08/08 | Udinese Di Natale 9, 34, Inler 70 | 3-1 | Palermo Bresciano 69 |
| 30/08/08 | Sampdoria Delvecchio 67 | 1-1 | Internazionale Ibrahimovic 33 |
| 31/08/08 | Roma Aquilani 29 | 1-1 | Napoli Hamsik 55 |
| 31/08/08 | Cagliari Larrivey 32 | 1-4 | Lazio Zarate 62(p), 72, Foggia 75, Pandev 84 |
| 31/08/08 | Atalanta Padoin 15 | 1-0 | Siena |
| 31/08/08 | Milan Ambrosini 41 | 1-2 | Bologna Di Vaio 18, Valiani 79 |
| 31/08/08 | Catania Mascara 60 | 1-0 | Genoa |
| 31/08/08 | Chievo Marcolini 76(p), Italiano 88 | 2-1 | Reggina Corradi 72(p) |
| 31/08/08 | Torino Rosina 29, Zanetti 33, Bianchi 73 | 3-0 | Lecce |
| 31/08/08 | Fiorentina Gilardino 89 | 1-1 | Juventus Nedved 38 |
Jadwal dan hasil La Liga 2008/2009
| Agustus 2008 | |||
| 31/08/08 | Athletic Ion Velez 56 | 1-3 | Almería Pellerano 7, Negredo 33, Juanma Ortiz 50 |
| 31/08/08 | Betis | 0-1 | Recreativo Adrian Colunga 36 |
| 31/08/08 | Numancia Mario 13 | 1-0 | Barcelona |
| 31/08/08 | Valencia Villa 35, Mata 38, Vicente 82 | 3-0 | Mallorca |
| 31/08/08 | Atlético Aguero 26, Forlan 38, 44(p), Sinama Pongolle 81 | 4-0 | Málaga |
| 31/08/08 | Gijón Diego Castro 35 | 1-2 | Getafe Albin 14, Casquero 86 |
| 31/08/08 | Deportivo Mista 27, Lopo 52 | 2-1 | Real Madrid van Nistelrooy 47 |
| 31/08/08 | Espanyol Luis Garcia 49 | 1-0 | Valladolid |
| 31/08/08 | Racing Juanjo 76 | 1-1 | Sevilla Luis Fabiano 71 |
| 31/08/08 | Osasuna Nekounam 70(p) | 1-1 | Villarreal Senna 54 |
Jadwal dan Hasil Liga Belanda 2008/2009
| Agustus 2008 | |||
| 29/08/08 | Vitesse | 0-4 | Groningen De Roover 10, Van de Laak 68(p), Berg 73(p), Levchenko 78 |
| 30/08/08 | Willem II Demouge 47, Akgun 65 | 2-1 | Ajax Sulejmani 23 |
| 30/08/08 | Roda Oper 84 | 1-1 | Twente Elia 56 |
| 30/08/08 | NEC Worm 77, Otten 86 | 2-0 | De Graafschap |
| 30/08/08 | Utrecht Uiterloo 90 | 1-5 | PSV |
| 31/08/08 | Volendam Tuyp 65, 90 | 2-3 | Heerenveen Grindheim 43, Elyounossi 68, Pranjic 87 |
| 31/08/08 | Sparta John 4, Rose 60 | 2-5 | Den Haag Horvath 16, Cornelisse 19(p), Knopper 34, 69, Caracciolo 89 |
| 31/08/08 | Heracles Douglas 37, Klavan 59, Bridji 90 | 3-1 | Feyenoord Andre Bahia 1 |
| 31/08/08 | AZ El Hamdaoui 39 | 1-2 | NAC Amoah 24, 55 |
Langganan:
Postingan (Atom)
